Saat berada di kantor bersama teman-teman sendiri, tentu Anda akan
merasa lebih bebas untuk berinteraksi bahkan hingga tertawa
terbahak-bahak. Namun akan beda halnya saat Anda terlibat pertemuan
dengan mitra bisnis atau klien Anda dalam suasana bisnis.
Berikut enam etika bisnis yang harus dipahami dan
dilakukan para profesional:
1. Sebutkan nama lengkap Anda
Dalam
situasi bisnis, Anda sebaiknya menyebutkan nama lengkap Anda saat
berkenalan. Namun jika nama Anda terlalu panjang atau sulit diucapkan,
Anda lebih baik sedikit menyingkatnya.
2. Berdirilah saat memperkenalkan diri
Berdiri
saat mengenalkan diri Anda akan menegaskan kehadiran Anda. Jika
kondisinya tidak memungkinkan Anda untuk berdiri, setidaknya mundurkan
kursi, dan sedikit membungkuk agar orang lain menilai positif kesopanan
Anda.
3. Ucapkan Terima Kasih secukupnya
Dalam
percakapan bisnis dengan siapapun, bos atau mitra perusahaan, Anda
hanya perlu mengucapkan terima kasih satu atau dua kali. Jika Anda
mengatakannya berlebihan, orang lain akan memandang Anda sangat
memerlukannya dan sangat perlu bantuan.
4. Sebarkan ucapan terima kasih lewat email setelah pertemuan bisnis
Setelah
Anda menyelesaikan pertemuan bisnis, kirimkan ucapan terima kasih
secara terpisah ke email pribadi rekan bisnis Anda. Pengiriman lewat
email sangat disarankan, mengingat waktu tibanya akan lebih cepat.
5. Jangan duduk sambil menyilang kaki
Tak
hanya wanita, para pria pun senang menyilangkan kakinya saat duduk.
Namun untuk kondisi kerja, posisi duduk seperti ini cenderung tidak
sopan. Selain itu, posisi duduk seperti ini juga bisa berpengaruh
negatif pada kesehatan Anda.
6. Tuan rumah yang harus membayar
Jika
Anda mengundang rekan bisnis Anda untuk makan di luar, maka Anda yang
harus membayar tagihan. Lalu bagaimana jika Anda seorang perempuan,
sementara rekan bisnis atau klien Anda, laki-laki, dan ingin membayar?
Anda tetap harus menolaknya. Anda bisa mengatakan, perusahaan yang
membayarnya dan itu bukan uang pribadi Anda.
Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/655741/6-etika-bisnis-yang-harus-diketahui-profesional
Minggu, 28 Desember 2014
Softskill - Etika bisnis
Etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis,
yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan,
industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan
bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada
kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.
Etika Bisnis dalam
suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta
pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra
kerja, pemegang saham, masyarakat.
Perusahaan meyakini
prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan
kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah
etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Etika Bisnis dapat
menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan
menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan
dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.
Etika bisnis lebih luas
dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih
tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan
bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan
hukum.
Etika bisnis adalah
pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Moralitas
berarti aspek baik atau buruk, terpuji atau tercela, dan karenanya
diperbolehkan atau tidak, dari perilaku manusia. Moralitas selalu berkaitan
dengan apa yang dilakukan manusia, dan kegiatan ekonomis merupakan suatu bidang
perilaku manusia yang penting.
Pentingnya etika bisnis
tersebut berlaku untuk kedua perspektif, baik di lingkup makro maupun di ingkup
mikro. Perspektif makro adalah pertumbuhan suatu negara tergantung pada market
system yang berperan lebihefektif dan efisien daripada command system dalam
mengalokasikan barang dan jasa. Perspektif mikro adalah dalam lingkup ini
perilaku etik identik dengan kepercayaan atau trust kepada orang yang mau
diajak kerjasamanya.
Senin, 20 Oktober 2014
Softskill - Etika bisnis
Dewasa ini kalangan bisnis sudah memiliki kesadaran
akan pentingnya Etika Bisnis dalam operasi bisnis. Bahkan dalam perkembangannya
Etika Bisnis tidak lagi menjadi beban yang terpaksa harus dilaksanakan
perusahan melainkan sudah menjadi salah satu strategy pengembangan perusahaan.
Karena Tujuan perusahaan dapat didefinisikan sebagai upaya untuk
“memaksimumkan kesejahteraan si pemilik dalam rentang waktu jangka panjang melalui aktivitas penjualan barang dan/atau jasa. Contoh nyata akan manfaat etika bisnis sebagai strategy pengembangan perusahaan misalnya Company Social Responsibility dianggap dapat memberikan keuntungan pada perusahaan dalam bentuk profitabilitas, kinerja financial yang lebih kokoh, menurunkan resiko bentrok dengan lingkungan sekitar, meningkatkan reputasi perusahaan, dll.Etika bisnis bagi perusahaan ini,menyangkut kebijakan etis perusahaan berhubungan dengan kesulitan yang bisa timbul (mungkin pernahtimbul dimasa lalu), seperti konflik kepentingan, hubungan dengan pesaing dan pemasok, menerima hadiah,sumbangan dan sebagainya. Latar belakang pembuatan etika bisnis adalah sebagai cara ampuh untuk melembagakan etika dalam struktur dan kegiatan perusahaan. Bila Perusahaan memiliki etika sendiri,mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memilikinya.
Manfaat Etika Bisnis bagi Perusahaan :
“memaksimumkan kesejahteraan si pemilik dalam rentang waktu jangka panjang melalui aktivitas penjualan barang dan/atau jasa. Contoh nyata akan manfaat etika bisnis sebagai strategy pengembangan perusahaan misalnya Company Social Responsibility dianggap dapat memberikan keuntungan pada perusahaan dalam bentuk profitabilitas, kinerja financial yang lebih kokoh, menurunkan resiko bentrok dengan lingkungan sekitar, meningkatkan reputasi perusahaan, dll.Etika bisnis bagi perusahaan ini,menyangkut kebijakan etis perusahaan berhubungan dengan kesulitan yang bisa timbul (mungkin pernahtimbul dimasa lalu), seperti konflik kepentingan, hubungan dengan pesaing dan pemasok, menerima hadiah,sumbangan dan sebagainya. Latar belakang pembuatan etika bisnis adalah sebagai cara ampuh untuk melembagakan etika dalam struktur dan kegiatan perusahaan. Bila Perusahaan memiliki etika sendiri,mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memilikinya.
Manfaat Etika Bisnis bagi Perusahaan :
1. Dapat meningkatkan kredibilitas suatu perusahaan, karena etika telah dijadikan sebagai corporate culture. Hal ini terutama penting bagi perusahaan besar yang karyawannya tidak semuanya saling mengenal satu sama lainnya. Dengan adanya etika bisnis, secara intern semua karyawan terikat dengan standard etis yang sama, sehingga akan mefigambil kebijakan/keputusan yang sama terhadap kasus sejenis yang timbul.
2. Dapat membantu menghilangkan grey area (kawasan
kelabu) dibidang etika. (penerimaan komisi, penggunaan tenaga kerja anak,
kewajiban perusahaan dalam melindungi lingkungan hidup).
3. Menjelaskan bagaimana perusahaan menilai tanggung
jawab sosialnya.
4. Menyediakan bagi perusahaan dan dunia bisnis pada
umumnya, kemungkinan untuk mengatur diri sendiri (self regulation).
5. Bagi perusahaan yang telah go publik dapat
memperoleh manfaat berupa meningkatnya kepercayaan para investor. Selain itu
karena adanya kenaikan harga saham, maka dapat menarik minat para investor
untuk membeli saham perusahaan tersebut.
6. Dapat meningkatkan daya saing (competitive
advantage) perusahaan.
7. Membangun corporate image / citra positif , serta
dalam jangka panjang dapat menjaga kelangsungan hidup perusahaan (sustainable
company).
Etika bisnis perusahhan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki dsaya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.
Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, system prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Karena itu, tindakan perusahaan berasal dari pilihan dan tindakan individu manusia, indivdu-individulah yang harus dipandang sebagai penjaga utama kewajiban moral dan tanggung jawab moral : individu manusia bertanggung jawab atas apa yang dilakukan perusahaan karena tindakan perusahaan secara keseluruhan mengalir dari pilihan dan perilaku mereka. Jika perusahaan bertindak keliru, kekeliruan itu disebabkan oleh pilihan tindakan yang dilakukan oleh individu dalam perusahaan itu, jika perusahaan bertindak secara moral, hal itu disebabkan oleh pilihan individu dalam perusahaan bertindak secara bermoral. Etika bisnis mempunyai prinsip dalam kaitan ini berhubungan dengan berbagai upaya untuk menggabungkan berbagai nilai-nilai dasar (basic values) dalam perusahaan, agar berbagai aktivitas yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan. Secara lebih jelas, mekanismenya berjalan sebagai berikut.“Memaksimumkan kesejahteraan si pemilik dalam jangka panjang”, berhubungan dengan dimensi waktu yang relatif panjang serta menyangkut sustainability. Hal ini membutuhkan adanya “kepercayaan” atau “saling mempercayai” (trust) dari berbagai pihak yang berhubungan dengan perusahaan (stakeholders). Kalimat “kesejahteraan pemilik” merupakan derivasi dan perwujudan dari “hak kepemilikan” (ownership) yang muncul dari adanya penghargaan (respect) terhadap “kepemilikan pribadi” (property rights).Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka panjang maupun jangka menengah karena :
Etika bisnis perusahhan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki dsaya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.
Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, system prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Karena itu, tindakan perusahaan berasal dari pilihan dan tindakan individu manusia, indivdu-individulah yang harus dipandang sebagai penjaga utama kewajiban moral dan tanggung jawab moral : individu manusia bertanggung jawab atas apa yang dilakukan perusahaan karena tindakan perusahaan secara keseluruhan mengalir dari pilihan dan perilaku mereka. Jika perusahaan bertindak keliru, kekeliruan itu disebabkan oleh pilihan tindakan yang dilakukan oleh individu dalam perusahaan itu, jika perusahaan bertindak secara moral, hal itu disebabkan oleh pilihan individu dalam perusahaan bertindak secara bermoral. Etika bisnis mempunyai prinsip dalam kaitan ini berhubungan dengan berbagai upaya untuk menggabungkan berbagai nilai-nilai dasar (basic values) dalam perusahaan, agar berbagai aktivitas yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan. Secara lebih jelas, mekanismenya berjalan sebagai berikut.“Memaksimumkan kesejahteraan si pemilik dalam jangka panjang”, berhubungan dengan dimensi waktu yang relatif panjang serta menyangkut sustainability. Hal ini membutuhkan adanya “kepercayaan” atau “saling mempercayai” (trust) dari berbagai pihak yang berhubungan dengan perusahaan (stakeholders). Kalimat “kesejahteraan pemilik” merupakan derivasi dan perwujudan dari “hak kepemilikan” (ownership) yang muncul dari adanya penghargaan (respect) terhadap “kepemilikan pribadi” (property rights).Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka panjang maupun jangka menengah karena :
• Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya
kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
• Mampu meningkatkan motivasi pekerja.
• Melindungi prinsip kebebasan berniaga
• Mampu meningkatkan keunggulan bersaing.
Tidak bisa dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang
dilakukan oleh perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan
masyarakat dan akan sangat kontra produktif, misalnya melalui gerakan
pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi dan lain sebagainya. Hal ini
akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan.
Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis, pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis, misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Perlu dipahami, karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus semaksimal mungkin harus mempertahankan karyawannya. Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :
Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis, pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis, misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Perlu dipahami, karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus semaksimal mungkin harus mempertahankan karyawannya. Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :
• Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik
(code of conduct)
• Memperkuat sistem pengawasan
• Memperkuat sistem pengawasan
• Menyelenggarakan pelatihan (training) untuk
karyawan secara terus menerus.
SUMBER :
1. Oster Dwi M
2. Muh.Arief Effendi
3. Fitriansyah Hambali, SE., MM. & Dr. Herry Sussanto
4. Lukviarman (2001)]
5. Anne ahira.com
1. Oster Dwi M
2. Muh.Arief Effendi
3. Fitriansyah Hambali, SE., MM. & Dr. Herry Sussanto
4. Lukviarman (2001)]
5. Anne ahira.com
Softskill - Etika bisnis
Perubahan perdagangan dunia menuntut segera
dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Di dalam
bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara.
Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan.
Perkembangan pesat teknologi setelah perang dunia kedua memacu dunia bisnis di negara –
negara kapitalis menjadi semakin dinamis, tetapi sayangnya kurang disertai
dengan pemikiran dan kesadaran moral para pelakunya, sehingga menimbulkan
skandal – skandal bisnis yang merugikan masyarakat, seperti hancurnya enron dan
Lehman Brothers. Oleh karena itu, sejak tahun 1970 – an, etika dalam dunia
bisnis menjadi semakin sering dibicarakan dan dituntut realisasinya.
Setiap perusahaan harus memastikan bahwa asas GCG (Good Corporate Governance)
diterapkan pada setiap aspek bisnis dan di semua jajaran perusahaan jika tidak
ingin mengalami hal sama dengan kasus Enron maupun Lehman Brothers. Menurut
hasil penelitian SWA (2005), PT Astra Internasional Tbk (AI) merupakan salah
satu perusahaan publik yang telah menerapkan tata kelola perusahaan. Astra
Internasional berhasil bertahan setelah menerapkan tata kelola perusahaan sejak
tahun 1987 (21 tahun). Dengan pengalamannya selama kurang lebih 50 tahun dan
penerapan etika bisnis perusahaan selama 21 tahun, maka menjadi pertimbangan
yang menarik untuk lebih meneliti AI dilihat dari etika bisnis yang telah
diterapkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan gambaran mengenai
penerapan etika bisnis yang telah diterapkan perusahaan agar kasus Enron maupun
Lehman Brother tidak terjadi di PT Astra Internasional, Tbk.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana karakteristik karayawan AI dan karyawan Outsourcing ? (2) bagaimana penerapan etika bisnis AI terutama dari segi prinsip – prinsip GCG, (3) bagaimana manajemen hubungan antar pegawai, khususnya antara staff dan manajer AI serta karyawan outsourcing yang bekerja di AI, serta (4) bagaimana pemahaman karyawan AI dan karyawan outsourcing terhadap budaya perusahaan. Dari permasalahan yang diungkapkan, maka tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menganalisis karakteristik karyawan AI dan outsourcing yang diharapkan dapat memperkuat pemahaman responden terhadap etika bisnis (2) menelaah penerapan etika bisnis AI terutama dari segi prinsip – prinsip GCG serta etika dalam bekerja, (3) menganalisis manajemen hubungan antar pegawai mengenai pemahaman terhadap nilai – nilai etika bisnis perusahaan, khususnya antara staff dan manajer AI serta karyawan outsourcing yang bekerja di AI, dan (4) menganalisis pemahaman karyawan terhadap budaya perusahaan.
Penelitian dilaksanakan di PT Astra Internasional, Tbk (AI), pada bulan Mei hingga Agustus 2008. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus secara kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui individual in – depth interview, observasi, penyebaran kuesioner, dan studi literatur. Metode pengambilan sampel yang dilakukan adalah non-probability sampling menggunakan purposive sampling untuk penentuan departemen dan karyawan outsourcing dan sensus untuk penentuan responden karyawan AI. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 45 orang, terdiri dari 31 karyawan AI dengan posisi di bawah manajer, 3 karyawan AI dengan posisi manajer, dan 11 karyawan outsourcing. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, uji Thurstone, uji Indeks Skoring, uji Rentang Kriteria, uji Mann Whitney, serta Uji Kruskal Wallis.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana karakteristik karayawan AI dan karyawan Outsourcing ? (2) bagaimana penerapan etika bisnis AI terutama dari segi prinsip – prinsip GCG, (3) bagaimana manajemen hubungan antar pegawai, khususnya antara staff dan manajer AI serta karyawan outsourcing yang bekerja di AI, serta (4) bagaimana pemahaman karyawan AI dan karyawan outsourcing terhadap budaya perusahaan. Dari permasalahan yang diungkapkan, maka tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menganalisis karakteristik karyawan AI dan outsourcing yang diharapkan dapat memperkuat pemahaman responden terhadap etika bisnis (2) menelaah penerapan etika bisnis AI terutama dari segi prinsip – prinsip GCG serta etika dalam bekerja, (3) menganalisis manajemen hubungan antar pegawai mengenai pemahaman terhadap nilai – nilai etika bisnis perusahaan, khususnya antara staff dan manajer AI serta karyawan outsourcing yang bekerja di AI, dan (4) menganalisis pemahaman karyawan terhadap budaya perusahaan.
Penelitian dilaksanakan di PT Astra Internasional, Tbk (AI), pada bulan Mei hingga Agustus 2008. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus secara kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui individual in – depth interview, observasi, penyebaran kuesioner, dan studi literatur. Metode pengambilan sampel yang dilakukan adalah non-probability sampling menggunakan purposive sampling untuk penentuan departemen dan karyawan outsourcing dan sensus untuk penentuan responden karyawan AI. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 45 orang, terdiri dari 31 karyawan AI dengan posisi di bawah manajer, 3 karyawan AI dengan posisi manajer, dan 11 karyawan outsourcing. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, uji Thurstone, uji Indeks Skoring, uji Rentang Kriteria, uji Mann Whitney, serta Uji Kruskal Wallis.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat
disimpulkan bahwa masih terdapat perbedaan pemahaman baik terhadap penerapan
nilai – nilai etika bisnis perusahaan maupun budaya perusahaan. Oleh karena
itu, walaupun masih dianggap wajar oleh perusahaan, tetapi hal ini harus
menjadi lampu kuning bagi perusahaan untuk terus memantau perbedaan pemahaman
baik terhadap penerapan nilai – nilai etika bisnis perusahaan maupun budaya
perusahaan. Pihak perusahaan bisa lebih mengkaji cara training awal yang telah
diterapkan karena salah satu cara penyampaian nilai – nilai etika bisnis adalah
melalui JTP (Job Training Program).
Cara yang dapat dilakukan perusahaan yaitu :
(1) mempersiapkan trainees untuk lebih memahami mengenai filosofi etika bisnis dan usahakan agar trainees mencari sendiri pemahaman etika tersebut,
(2) ciptakan pemahaman pentingnya etika individual sehingga diharapkan trainees juga dapat lebih memahami pentingnya penerapan etika bisnis,
(3) ambil beberapa contoh penerapan etika bisnis yang realistik agar lebih mudah dipahami oleh para trainees,
(4) latihan secara terus menerus. Selain itu, untuk meminimalisasikan perbedaan pemahaman antara manajer dan staff AI dapat dilakukan beberapa cara memelihara keharmonisan dan keseimbangannya dalam hubungan kerja dan hubungan pribadi, membina semangat kebersamaan pada seluruh anggota organisasi dengan pertemuan – pertemuan informal di dalam internal organisasi, memberikan kesempatan dan tanggapan positif terhadap ide, usul, atau saran yang diajukan maupun permasalahan yang dihadapi pegawai yang terkait dengan pekerjaan.
sumber : http://silviwahyuni.wordpress.com/2012/10/16/analisis-penerapan-etika-bisnis-di-pt-astra-internasional-tbk2008
Cara yang dapat dilakukan perusahaan yaitu :
(1) mempersiapkan trainees untuk lebih memahami mengenai filosofi etika bisnis dan usahakan agar trainees mencari sendiri pemahaman etika tersebut,
(2) ciptakan pemahaman pentingnya etika individual sehingga diharapkan trainees juga dapat lebih memahami pentingnya penerapan etika bisnis,
(3) ambil beberapa contoh penerapan etika bisnis yang realistik agar lebih mudah dipahami oleh para trainees,
(4) latihan secara terus menerus. Selain itu, untuk meminimalisasikan perbedaan pemahaman antara manajer dan staff AI dapat dilakukan beberapa cara memelihara keharmonisan dan keseimbangannya dalam hubungan kerja dan hubungan pribadi, membina semangat kebersamaan pada seluruh anggota organisasi dengan pertemuan – pertemuan informal di dalam internal organisasi, memberikan kesempatan dan tanggapan positif terhadap ide, usul, atau saran yang diajukan maupun permasalahan yang dihadapi pegawai yang terkait dengan pekerjaan.
sumber : http://silviwahyuni.wordpress.com/2012/10/16/analisis-penerapan-etika-bisnis-di-pt-astra-internasional-tbk2008
Minggu, 05 Oktober 2014
Softskill - Etika bisnis / Tugas 1
Sekarang ini di Indonesia banyak sekali ditemui pedagang-pedagang yang curang dalam hal bisnis misalnya dalam hal
penjualan makanan, seperti penggunaan boraks sebagai bahan makanan sebenarnya
telah dilarang oleh pemerintah sejak Juli 1979, hal tersebut dimantapkan
kembali dengan SK Menteri Kesehatan RI No 733/Menkes/Per/IX/1988.
Boraks tidak aman untuk dikonsumsi sebagai makanan, tetapi ironisnya penggunaan boraks sebagai komponen dalam makanan sudah meluas di Indonesia. Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang tidak serta merta berakibat buruk terhadap kesehatan, tetapi apabila boraks masuk ke dalam tubuh manusia, maka akan menumpuk sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh manusia secara kumulatif, dan akibat/efeknya akan dirasakan di kemudian hari. Dampak karena seringnya mengonsumsi makanan yang mengandung boraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, dan ginjal. Tetapi masih seringkali pedagang yang masih melakukan kecurangan dengan menambahkan boraks pada makanan agar mereka bisa mendapatkan keuntungan lebih juga karena makanan yang ditambah boraks biasanya lebih awet dan lebih menarik.
Dan menurut saya, agar lebih terjamin makanan sebaiknya kita memasak atau mengolah makanan sendiri, karena selain lebih terjamin kebersihannya dan juga lebih sehat.
Boraks tidak aman untuk dikonsumsi sebagai makanan, tetapi ironisnya penggunaan boraks sebagai komponen dalam makanan sudah meluas di Indonesia. Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang tidak serta merta berakibat buruk terhadap kesehatan, tetapi apabila boraks masuk ke dalam tubuh manusia, maka akan menumpuk sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh manusia secara kumulatif, dan akibat/efeknya akan dirasakan di kemudian hari. Dampak karena seringnya mengonsumsi makanan yang mengandung boraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, dan ginjal. Tetapi masih seringkali pedagang yang masih melakukan kecurangan dengan menambahkan boraks pada makanan agar mereka bisa mendapatkan keuntungan lebih juga karena makanan yang ditambah boraks biasanya lebih awet dan lebih menarik.
Dan menurut saya, agar lebih terjamin makanan sebaiknya kita memasak atau mengolah makanan sendiri, karena selain lebih terjamin kebersihannya dan juga lebih sehat.
Rabu, 04 Juni 2014
Softskill - Rancangan usaha penelitian
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rancangan penelitian digunakan sebagai dasar atau patokan
dalam melakukan penelitian agar pelaksanaannya dapat berjalan secara
benar, baik, dan lancar. Olehkarenanya, rancangan penelitian mempunyai manfaat
yang besar bagi kelancaransebuah penelitian. Dalam rancangan penelitian
dijelaskan pula tentang Tujuan penilitian. Dengan tujuan penelitian maka
peniliti mempunyai arah dan petunjuk yangtepat dalam penelitian sehingga
kegiatan penelitian menjadi terpusat kepada objek yang benar. Rancangan
penelitian memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan-kesulitan
yang akan dihadapi saat penilitian. Dengan rancangan penilitian, seorang
peneliti mampu sikap dan keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah
penelitian. Jadi Rancangan penelitian adalah suatu rencana,struktur dan
strategi penelitian yang dimasuksudkan untuk menjawab permasalahanyang
dihadapi, dengan mengupayakan optimasi yang berimbang antara validitasdalam dan
validitas luar, dengan melakukan pengendalian varians.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa saja guna
rancangan usaha penelitian?
2. Bagaimana bentuk dan isi
usulan penelitian?
1.3 Tujuan
1.
Untuk
mengetahui apa saja guna rancangan usaha penelitian.
2.
Untuk
mengetahui bentuk dan isi usulan penelitian.
PEMBAHASAN
Pengertian Rancangan Penelitian
Desain
adalah sebuah istilah yang diambil dari kata “design” yang berarti perencanaan
atau rancangan. Ia juga bisa diartikan dengan persiapan. Dalam paradigma
penelitian, desain dapat diistilahkan sebagai semua proses yang diperlukan
dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam pengertian yang lebih
sempit, desain penelitian hanya mengenai pengumpulan dan analisis data saja.
Pada
dasarnya desain hanya berfungsi sebagai fasilitas bagi tujuan penelitian dan bersifat
prosedural. Oleh karena itu, ia ditentukan oleh masalah penelitian, dan bukan
sebaliknya. Karena tujuan penelitian bervariasi, maka desain penelitian yang
sesuai untuk mencapai tujuan tersebut juga bervariasi.
Guna Rancangan Usaha Penelitian
1) Menentukan batas–batas
penelitian yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Apabila tujuan penelitian
tidak dirumuskan dengan jelas, maka penelitian ituseperti tidak ada ujung–pangkalnya.
Dengan perumusan tujuan penelitian yang jelas, maka dapat disusun suatu desain
penelitian yang menentukan batas-batas penelitian yang tegas, dengan demikian
peneliti dapat memusatkan perhatian dan usahanya ke arah tujuan yang nyata
secara lebih efektif. Dan peneliti menjadi tahu bilamana
pekerjaannya/penelitiannya selesai.
2) Memberikan gambaran yang
jelas tentang apa yang harus dilakukan dan jugamemberikan gambaran tentang
kesulitan–kesulitan yang akan dihadapi. Dengan demikian, dapat dipikirkan
cara–cara mengatasi kesulitan–kesulitan tersebut terlebih dahulu.
Bentuk dan isi usulan penelitian
1. Halaman Judul
Halaman
judul memuat : judul, jenis laporan, lambang Perguruan Tinggi, nama dan NIM,
nama jurusan, nama program studi, nama perguruan tinggi dan tahun pengajuan.
a) Judul Usulan Penelitian :
Judul hendaknya dibuat singkat dan jelas, menggambarkan konsep dan topik dari
penelitian dan menggambarkan adanya keterkaitan antara variable, lokasi
penelitian dan tahun penelitian. Diketik dengan menggunakan huruf kapital,
tidak boleh disingkat dan format ketikan dalam bentuk piramida terbalik ( V ).
b) Jenis Laporan : Jenis
laporan adalah usulan penelitian.
c) Lambang Institusi Perguruan
Tinggi
d) Nama mahasiswa dan NIM
e) Nama Jurusan
f) Nama Program Studi
g) Nama Perguruan Tinggi
h) Tahun Pengajuan : Tahun
pengajuan adalah tahun dimana usulan penelitian tersebut diajukan
2. Halaman Persetujuan
Halaman
persetujuan memuat : judul usulan penelitian, persetujuan dosen pembimbing
beserta tandatangan dan waktu persetujuan
3. Daftar Isi
Daftar
Isi merupakan daftar yang menunjukkan isi bagian-bagian dalam skripsi maupun
sub-sub bagiannya beserta nomor halamannya.
4. Isi
Dibagian
isi terdiri dari beberapa bab dan dari beberapa bab tersebut masih terdapat
beberapa sub bab.
PENUTUP
Kesimpulan
Rancangan
usaha penelitian merupakan suatu bentuk usulan penelitian yang merupakan bagian
hasil data penelitian yang diteliti. Yang menjelaskan tentang guna rancangan
usulan penelitian, bentuk dan isi usulan penelitian.
Bentuk
dan isi rancangan usulan penelitian
1. Halaman Judul
2. Halaman Persetujuan
3. Daftar Isi
4. Isi
DAFTAR PUSTAKA
pasca.its.ac.id/dataq/file_content/File/pedoman_usulan_disertasi.doc
SOAL!!
1. Dibawah ini yang tidak
termasuk dalam halaman judul adalah ?
a. Nama jurusan
b. Jenis laporan
c. Tahun pengajuan
d. Nama
dosen*
2. Tahun pengajuan adalah…
a. Tahun dimana usulan
penelitian tersebut disidang
b. Tahun
dimana usulan penelitian tersebut diajukan*
c. Tahun dimana usulan
penelitian tersebut diteliti
d. Tahun dimana usulan
penelitian tersebut dibatalkan
3. Duna rancangan usaha
penelitian terdiri dari ?
a. 2
b. 3*
c. 4
d. 5
4. Memberikan pegangan yang lebih jelas kepada
peneliti, menentukan batas-batasan penelitian, dan memberikan gambaran yang
jelas tentang apa yang harus dilakukan penelitian, merupakan bagian dari ?
a. Guna rancangan usaha penelitian*
b. Pengertian
penelitian
c. Objek
penelitian
d. Rancangan
persetujuan
5. Dibawah ini yang
tidak termasuk bentuk dan isi rancangan usulan adalah ?
a. Halaman judul
b. Halaman persetujuan
c. Kata pengantar*
d. Daftar isi
Langganan:
Postingan (Atom)